KELAS : 1KBO8
NPM : 25115742
DOSEN : LENIE OKVIANA
Soal :
Jelaskan fungsi dari penggunaan tanda baca berikut :
1. Tanda titik (.)
2. Tanda koma (,)
3. Tanda titik koma (;)
4. Tanda Titik dua (:)
5. Tanda hubung (-)
6. Tanda Tanya (?)
7. Tanda seru (!)
8. Tanda kurung ( )
9. Tanda garis miring (/)
10. Tanda petik ganda (“…”)
11. Tanda petik tunggal (‘…’ )
12. Tanda pisah (—)
13. Tanda ellipsis (…)
14. Tanda kurung siku [ ]
15. Tanda ulang (2)
16. Tanda penyingkat (asprotof) (‘)
Jawaban
1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
Untuk mengakhirikhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan
atau seruan,
Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan
sapaan,
Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
2. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau
pembilang,
Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak
kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat,
dll.
3.Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk
sebagai pengganti kata penghubung.
4. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai
berikutberikut
Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian
atau pemerian.
Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam
percakapan
5.Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
Menyambung unsur-unsur kata ulang
Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
6. Tanda Tanya (?)
Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat
tanya.
Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung
menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan
kebenarannya.
7.Tanda Seru (!)
Fungsi dan pemakaian tanda seru :
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa
seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan,
atau rasa emosi yang kuat.
8.Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok
pembicaraan
Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri
keterangan
9.Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau,
per atau nomor alamatalamat
10.Tanda Petik ganda(“…”)
Fungsi tanda petik ganda adalah:
Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan,
naskah atau bahan tertulis lain
Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai
dalam kalimat
Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
11.Tanda Petik Tunggal (‘..’)
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi :
Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
12.Tanda pisah (—), tanda pisah digunakan:
Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi
penjelasan di luar bangun kalimat. Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu–saya yakin akan
tercapai–diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan
yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Contoh:
Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga
pembelahan atom–telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
Di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai ke’
atau ‘sampai dengan’. Contoh :
1910–1945
13.Tanda elpisis (…), tanda elipsis:
Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Contoh:
Kalau begitu … ya, marilah kita bergerak.
Menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian
yang dihilangkan. Contoh:
Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.
14.Tanda Kurung Siku ( [..] )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau
tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah
bertanda kurung
15.Tanda ulang (2) ditulis dengan menambahkan angka 2 di
akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali.
Tanda penyingkatan ini tidak resmi, karena kata yang berulang hars ditulis
penuh. Contoh:
Buku-buku (bukan “buku2)
Saudara-saudara (bukan “saudara2”)
16.Tanda Penyingkat (Apostrof) (‘)
Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
Contoh :
Budi bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD ‘45.
SUMBER : https://bebery.wordpress.com/2013/10/03/tanda-baca-fungsi-dan-contoh/
SUMBER : https://bebery.wordpress.com/2013/10/03/tanda-baca-fungsi-dan-contoh/
2 komentar:
mantap artikel nya
makasi gan...
Posting Komentar